Ini Kami, di Desa Seubun Ayon Part: 3

on Monday, January 20, 2014
Untuk posting part 2, silahkahn KLIK DISINI.

Senin pagi kegiatan yang kami lakukan adalah membersihkan tempat wudhu meunasah yang sudah bertahun-tahun tidak dibersihkan. Lumut dan kerak sudah menempel erat dimana-mana. Tempat wudhu di meunasah ini terbagi ke dua lokasi, kanan dan kiri. Bagian kanan langsung berada di halaman meunasah sedangkan  yang kiri terdapat di halamannya.

Kami memulai kegiatan dengan dibantu oleh masyarakat membersihkan tempat wudhu di dua tempat tersebut. Masyarakat membersihkan yang dibagian halaman meunasah dan kami membersihkan bagian sampingnya yang terdiri dari keran dan saluran pembuangan air.

Foto: Bagian samping meunasah yang terdapat deretan keran di dinding pagarnya.
 
Foto: Kami mulai menyiramkan cairan pembersih
 
Foto: Kami mulai menyikat

Foto: Semua bergotong-royong

Foto: Ketua Kelompok kami (foto di depan)
 
Foto: Ini dia sumber masalahnya.
 



Foto: Penampakan tempat wudhu di akhir kerja. Nampak jauh lebih baik dari pada sebelumnya.

Disini, kami menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan tempat wudhu, dan juga bergiliran menyikatnya. Masyarakat terlihat senang dengan kegiatan semacam ini, dan menyetujui untuk membersihkan tempat ini ketika mulai kotor kembali.

Sosialisasi Pendidikan Karakter

Hari ini hari senin tanggal 20 januari 2014 rekan kelompok kami Jamalul Hakim jurusan FKIP PKN menjalankan programnya yaitu sosialisasi pendidikan karakter. Disini, dia menjelaskan berbagai hal mengenai bagaimana bersikap baik dan juga sesuai dengan norma. Memberikan contoh-contoh karakter yang baik, tentu saja yang dicontohkan tersebut berdasarkan keluhuran pudi pekerti yang diaplikasikan oleh pahlawan nasional.

Kami juga menanamkan nilai cinta tanah air yang di praktekkan dengan mengajarkan berbagai lagu wajib nasioal yang sudah mulai banyak dilupakan di jaman sekarang. Kami menjelaskan pentingnya perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan di negeri ini, dan betapa pentingnya mengisi perjuangan tersebut dengan karakter yang baik, dengan belajar tekun contohnya.

Tak jauh dari topik karakter, kami juga memberikan sedikit pendidikan kewarganegaraan dengan menjelaskan Pancasila dan memberitahukan nilai-nilai yang tersimpan di dalamnya.

Berikut beberapa foto kegiatannya:

Foto:Jamalul Hakim membuka kegiatan dan anak-anak mulai memperhatikan.

Foto: Jamalul Hakim Menjelaskan makna pancasila kepada peserta. 

Foto: Anak-anak maju kedepan untuk menyanyikan lagu wajib nasional.

Diharapkan kami dapat menumbuhkan sikap yang baik untuk kehidupan anak-anak ini dimasa depan. Menjalani hidup dengan berlandaskan rasa cinta tanah air, menjadi pribadi yang baik dan berbudi luhur. karakter semacam ini yang paling kami harapkan dapat terwujud karena mereka adalah calon penerus bangsa ini.

Semoga semua yang kami berikan berdampak positif pula bagi kami, dalam mengangkat level pendidikan yang terbelakang di negeri ini.

wassalam.

Ini Kami, di Desa Seubun Ayon Part: 2

on Sunday, January 19, 2014
Untuk posting laporan sebelumnya silahkan klik disini.

Hari ini merupakan hari ke enam kami berada di Desa Seubon Ayon. Salah satu dari anggota masyarakat mengadakan pesta pernikahan. Kami beserta pemuda gampong yang dipimpin oleh ketua pemuda melakukan pemasangan teratak atau tenda yang akan digunakan ketika pesta berlangsung.

Ini merupakan pemandangan yang langka kita temui di kota besar seperti Banda Aceh karena kebanyakan pesta yang berlangsung disana dilakukan oleh sejumlah event organizer yang bertebaran dimana-mana. Namun, di desa ini semua berbeda, masyarakat bergotong royong untuk menyukseskan acara yang berlangsung. Siapapun yang menjadi bagian dari masyarakat ini akan merasakan indahnya hidup dalam kesehajaan dan kederhanaan yang diliputi oleh perdamaian.

 Foto: Kami membantu memasang fondasi tenda dengan baik dan benar.
 
 Foto: Memberikan instruksi kepada masyarakat dalam pemasangan simpul tali.

 Foto: Sudah merasa menjadi bagian dari masyarakat ini.

 Foto: Melakukan apa yang bisa dilakukan dengan ikhlas dan menikmati setiap tugas yang harus dilakukan.



Setelah selesai, kami di persilahkan untuk beristirahat dan disuguhi minuman dan makanan seadanya. Sangat nikmat dan jarang ditemukan di tempat lain, kebersamaan seperti ini.


Foto: Istirahat setelah melakukan kegiatan 'panjat-memanjat'

Keesokan harinya, ketika pesta berlangsung, beberapa dari kami mendapat peran di dalam pelaksanaam pesta ini. Baik itu dokumentasi, menerima tamu, dan juga bekerja di dapur. Semua itu dilakukan bersama-sama masyarakat yang terdiri dari pemuda-pemuda, orang dewasa, bahkan anak-anak. Semua dilakukan dengan ikhlas, tanpa beban suatu apapun. Begitulah cara kami, cara Desa Seubon Ayon kami yang tercinta.

Foto: Para pria membantu dalam kegaitan mencuci piring dan bersih-bersih perlengkapan pesta.

 Foto: Tiga rekan perempuan kami (dari kiri ke kanan: Cut, Tata, dan Nurul) bertugas di prasmanan.


 Foto: Kedatangan sang pengantin, salah satu rekan kami ditugasi tuan rumah menghandle urusan dokumentasi

Baru beberapa hari kami berada di masyarakat ini, kami sudah merasakan menjadi bagian dari masyarakat. Sejauh ini kami sudah mulai merasakan manfaat melakukan KKN di desa ini. Kami mengerti bagaimana menempatkan diri ditengah-tengah masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan terus berjalan lancar dan terus diberkahi oleh Allah SWT.
untuk menuju part selanjutnya, silahkan KLIK DISINI.

Senam Pagi Untuk Seubon Ayon

Kegiatan kami pada minggu pagi ini adalah menjalankan program dari teman kami yang merupakan program utama rekan saya dari FKIP Penjaskesrek yaitu melakukan senam pagi untuk warga Desa Seubon Ayon. Kami yang merupakan anggota dari kelompok ini juga mengikutinya dengan senang hati.

Anak-anak di desa ini sangat antusias dengan senam yang akann dilakukan. Mereka berkumpul bahkan sebelum senam dimulai, mereka senang sekali karena kebanyakan dari mereka tidak melakukan senam di sekolah. Jadi, ini merupakan hal yang baru bagi mereka.

 Foto: Melakukan peregangan sebelum senam dimulai

Foto: Senam dimulai dan langsung dipandu oleh rekan saya di depan. Kami mengikutinya dari belakang.
 
 Foto: Anggota kelompokm 58 turut melakukan gerakan-gerakan senam.


Foto: Rekan kelompok kami yang perempuan. Mengikuti senam.

Senam pagi selesai pada pukul 09.30 dan dilanjutkan dengan beristirahat sejenak dengan anak-anak ini sebelum kami melanjutkan kegiatan kelompok kami. Tak lama, salah seorang dari kami mengusulkan untuk bermaim bersama anak-anak dengan mempraktekkan permainan tradisional yang sudah banyak dilupakan di era sekarang.

 Foto: Permainan Kucing dan Tikus

 Foto: Kucing harus bisa menangkap tikus dengan mengejarnya.

 Foto: Permainan kereta api



Begitulah kegiatan kami pada pagi minggu di desa ini, kami mencoba sebaik mungkin dan juga sejauh yang kami mampu untuk merealisasikan semua program yang sudah kami rancang untuk desa ini. Desa kecil yang indah ini.