Sosialisasi Menabung

on Tuesday, January 21, 2014
Sebuah kebahagian tersendiri jika dapat menberikan suatu kontribusi kepada anak-anak gampong seubun ayon dengan memberikan sedikit ilmu pengetauhuan yang kami bisa dan berharap pengetahuan yang kami berikan dapat bermamfaat bagi mereka. Antusias anak-anak yang begitu luar biasa ketika begitu banyak kegiatan yang mereka harus lakukan baik itu disekolah, membantu orang tua, kesawah dan lain-lain, namun mereka masih mau mengikuti les tambahan yang kami para anggota kkn adakan. 

Ada keinginan didalam hati mereka yang barang kali sangat kuat untuk belajar dan terus belajar. Rasa keingintauan mereka terhadap sesuatu hal yang belum pernah dilakukan sangat kuat sehingga membuat kami para mahasisiwa kkn kagum dan bangga dapat berada di antara mereka,,para generasi muda yang sangat aktif dan giat belajar.

Foto: Pembukaan acara sosialisasi menabung dimulai dengan bernyanyi.

Hari ini aku cut mery dan salah satu kawanku yang bernama rahmad al-amin yang sama-sama dari jurusan fkip ekonomi mengadakan pelatihan sosialisai menabung. Memberitaukan anak-anak bahwa menabung merupakan salah satu hal yang sangat perlu di lakukan di usia dini. Mereka yang masih anak-anak tentunya harus sudah dapat melakukan hal tersebut, karna dengan menabung mereka dapat meringankan beban keluarga, mereka dapat beli apa yang mereka suka dari uang tabungannya dan lain-lain.

 Foto: Anak-anak bergantian menyanyi kedepan
 
 Foto: Melakukan permainan sebelum memulai kegiatan utama

 Foto: Membantu menghias botol kaca dengan hiasan dari cemara untuk dijadikan celengan atau tabungan


Foto: Antusiasme anak-anak berusaha membuat celengan mereka sebagus mungkin dan semenarik mungkin.
 
Pastinya semua bertanya bagaimana antusias anak-anak tersebut? Ya….. antusias mereka tak jauh beda dari hari pertama, rasa keinginan tau mereka masih sama seperti biasa. mereka mendegar apa yang kami katakan, dan mau melakukan apa yang kami suruh walaupun kadang-kadang anak-anak seubun ayon juga asik bermain dengan kegiatan sendiri tanpa mendengarkan arahan kami, namun pastinya itu sangat wajar mereka lakukan, karna memang pada umumnya usia anak-anak adalah masa mereka bermain dengan ceria..eeeemm,,,,,,,,,,,,,jadi ingat masa kecil dulu…………. 

Ada berbagai macam kegiatan yang kami lakukan hari ini mulai dari sosialisasi menabung kepada anak-anak yaitu menjelaskan mamfaat dari menabung itu sendiri, bernyanyi bersama. Sebuah nyanyian yang pernah dipopulerkan oleh josua yang ada angkut pautnya dengan menabung,,,,, 

Bang bing bung yok… ke bank 
Bang big bung yok….kita nabung 
Tang ting tung yok…jangan dihitung 
Tau-tau nanti kita dapat untung 

Alhamdulillah anak-anak sangat senang ketika menyanyikan lagu tersebut dan ini diluar dugaan kami. Tak berhenti disitu kami juga mengajarkan mereka membuat celengan dari botol sirup…yaaaa walaupun sedikit agak ricuh  namun hal tersebut dapat diatasi. Wajah polos anak-anak terlihat sangat senang ketika kami menyuruh mereka untuk membuat hiasan pada botol sirup tersebut sesuai dengan keinginannya masing-masing.

Semoga mulai dari sekarang anak-anak seubun ayon lebih giat lagi untuk menyisihkan uang jajan mereka untuk ditabungkan sehingga suatu hari keinginan untuk membeli apa yang mereka inginkan  akan terwujud.. amin

Salam kami dari sudut desa yang tak begitu jauh

Ini Kami, di Desa Seubun Ayon Part: 3

on Monday, January 20, 2014
Untuk posting part 2, silahkahn KLIK DISINI.

Senin pagi kegiatan yang kami lakukan adalah membersihkan tempat wudhu meunasah yang sudah bertahun-tahun tidak dibersihkan. Lumut dan kerak sudah menempel erat dimana-mana. Tempat wudhu di meunasah ini terbagi ke dua lokasi, kanan dan kiri. Bagian kanan langsung berada di halaman meunasah sedangkan  yang kiri terdapat di halamannya.

Kami memulai kegiatan dengan dibantu oleh masyarakat membersihkan tempat wudhu di dua tempat tersebut. Masyarakat membersihkan yang dibagian halaman meunasah dan kami membersihkan bagian sampingnya yang terdiri dari keran dan saluran pembuangan air.

Foto: Bagian samping meunasah yang terdapat deretan keran di dinding pagarnya.
 
Foto: Kami mulai menyiramkan cairan pembersih
 
Foto: Kami mulai menyikat

Foto: Semua bergotong-royong

Foto: Ketua Kelompok kami (foto di depan)
 
Foto: Ini dia sumber masalahnya.
 



Foto: Penampakan tempat wudhu di akhir kerja. Nampak jauh lebih baik dari pada sebelumnya.

Disini, kami menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan tempat wudhu, dan juga bergiliran menyikatnya. Masyarakat terlihat senang dengan kegiatan semacam ini, dan menyetujui untuk membersihkan tempat ini ketika mulai kotor kembali.

Sosialisasi Pendidikan Karakter

Hari ini hari senin tanggal 20 januari 2014 rekan kelompok kami Jamalul Hakim jurusan FKIP PKN menjalankan programnya yaitu sosialisasi pendidikan karakter. Disini, dia menjelaskan berbagai hal mengenai bagaimana bersikap baik dan juga sesuai dengan norma. Memberikan contoh-contoh karakter yang baik, tentu saja yang dicontohkan tersebut berdasarkan keluhuran pudi pekerti yang diaplikasikan oleh pahlawan nasional.

Kami juga menanamkan nilai cinta tanah air yang di praktekkan dengan mengajarkan berbagai lagu wajib nasioal yang sudah mulai banyak dilupakan di jaman sekarang. Kami menjelaskan pentingnya perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan di negeri ini, dan betapa pentingnya mengisi perjuangan tersebut dengan karakter yang baik, dengan belajar tekun contohnya.

Tak jauh dari topik karakter, kami juga memberikan sedikit pendidikan kewarganegaraan dengan menjelaskan Pancasila dan memberitahukan nilai-nilai yang tersimpan di dalamnya.

Berikut beberapa foto kegiatannya:

Foto:Jamalul Hakim membuka kegiatan dan anak-anak mulai memperhatikan.

Foto: Jamalul Hakim Menjelaskan makna pancasila kepada peserta. 

Foto: Anak-anak maju kedepan untuk menyanyikan lagu wajib nasional.

Diharapkan kami dapat menumbuhkan sikap yang baik untuk kehidupan anak-anak ini dimasa depan. Menjalani hidup dengan berlandaskan rasa cinta tanah air, menjadi pribadi yang baik dan berbudi luhur. karakter semacam ini yang paling kami harapkan dapat terwujud karena mereka adalah calon penerus bangsa ini.

Semoga semua yang kami berikan berdampak positif pula bagi kami, dalam mengangkat level pendidikan yang terbelakang di negeri ini.

wassalam.

Ini Kami, di Desa Seubun Ayon Part: 2

on Sunday, January 19, 2014
Untuk posting laporan sebelumnya silahkan klik disini.

Hari ini merupakan hari ke enam kami berada di Desa Seubon Ayon. Salah satu dari anggota masyarakat mengadakan pesta pernikahan. Kami beserta pemuda gampong yang dipimpin oleh ketua pemuda melakukan pemasangan teratak atau tenda yang akan digunakan ketika pesta berlangsung.

Ini merupakan pemandangan yang langka kita temui di kota besar seperti Banda Aceh karena kebanyakan pesta yang berlangsung disana dilakukan oleh sejumlah event organizer yang bertebaran dimana-mana. Namun, di desa ini semua berbeda, masyarakat bergotong royong untuk menyukseskan acara yang berlangsung. Siapapun yang menjadi bagian dari masyarakat ini akan merasakan indahnya hidup dalam kesehajaan dan kederhanaan yang diliputi oleh perdamaian.

 Foto: Kami membantu memasang fondasi tenda dengan baik dan benar.
 
 Foto: Memberikan instruksi kepada masyarakat dalam pemasangan simpul tali.

 Foto: Sudah merasa menjadi bagian dari masyarakat ini.

 Foto: Melakukan apa yang bisa dilakukan dengan ikhlas dan menikmati setiap tugas yang harus dilakukan.



Setelah selesai, kami di persilahkan untuk beristirahat dan disuguhi minuman dan makanan seadanya. Sangat nikmat dan jarang ditemukan di tempat lain, kebersamaan seperti ini.


Foto: Istirahat setelah melakukan kegiatan 'panjat-memanjat'

Keesokan harinya, ketika pesta berlangsung, beberapa dari kami mendapat peran di dalam pelaksanaam pesta ini. Baik itu dokumentasi, menerima tamu, dan juga bekerja di dapur. Semua itu dilakukan bersama-sama masyarakat yang terdiri dari pemuda-pemuda, orang dewasa, bahkan anak-anak. Semua dilakukan dengan ikhlas, tanpa beban suatu apapun. Begitulah cara kami, cara Desa Seubon Ayon kami yang tercinta.

Foto: Para pria membantu dalam kegaitan mencuci piring dan bersih-bersih perlengkapan pesta.

 Foto: Tiga rekan perempuan kami (dari kiri ke kanan: Cut, Tata, dan Nurul) bertugas di prasmanan.


 Foto: Kedatangan sang pengantin, salah satu rekan kami ditugasi tuan rumah menghandle urusan dokumentasi

Baru beberapa hari kami berada di masyarakat ini, kami sudah merasakan menjadi bagian dari masyarakat. Sejauh ini kami sudah mulai merasakan manfaat melakukan KKN di desa ini. Kami mengerti bagaimana menempatkan diri ditengah-tengah masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan terus berjalan lancar dan terus diberkahi oleh Allah SWT.
untuk menuju part selanjutnya, silahkan KLIK DISINI.