Sosialisasi Pembuatan Sirup Kelapa

on Tuesday, January 28, 2014
Salah satu program utama yang dijalankan kelompok kami adalah sosialisasi pembuatan sirup kelapa, target dari program kami ini adalah para ibu-ibu dan juga para wanita yang berada di Desa Seubun Ayon. Tujuan utama sosialisasi ini adalah untuk mengembangkan potensi alam yang banyak tersedia di desa ini (dalam hal ini kelapa) agar bisa digunakan sebagai media untuk mengangkat perekonomian di desa dengan menggunakan industri rumah tangga semacam ini.

Program ini dijalankan oleh salah seorang rekan kami yang belajar di fakultas pertanian yang memfokuskan diri pada teknologi hasil pertanian. Dalam hal ini, rekan kami ini menyiapkan segala sesuatu dengan sangat baik dan juga terencana dengan bagus pula.

Foto: Sundari Oktanuri sedang mengumpulkan bahan baku pembuatan sirup kelapa dibantu oleh pemuda Desa Seubun Ayon

Antusiasme ibu-ibu dan para gadis di desa ini terbilang cukup ramai. Mereka memenuhi lokasi tempat sosialisasi yang kami ambil di teras kantor desa. Mereka berkumpul dan menyaksikan rekan kami menjelaskan dan pembuatan sirup kelapa ini.
 Foto: Sedang menjelaskan bahan yang akan digunakan dalam pembuatan sirup kelapa.

 Foto: Ibu-ibu yang menghadiri sosialisasi ini.


Foto: Memulai proses pembuatan

Tak lama setelah memulai demonstrasi pembuatan sirup ini, para warga yang berdatangan makin banyak. Mereka terdiri dari para remaja perempuan dan juga anak-anak. Semua berdatangan memenuhi kantor desa dengan sangat antusias.

Foto: Duduk dengan tenang menyaksikan pembuatan sirup kelapa.
 
Foto: Anak-anak juga mulai berdatangan karena penasaran dengan kegiatan ini.
  



Sekitar pukul 16.30 program ini selesai dan dihasilkan produk akhir berupa sirup kelapa dan dibagikan untuk masyarakat untuk dicicipi bersama-sama. Mereka terlihat menyukainya, dan mau untuk membuatnya juga.

Foto: Produk akhir berupa sirup bening yang sangat sedap rasanya. Ditambah dengan potongan nata de coco.

 Foto: Contoh kemasan yang kami tawarkan kepada warga.

Harapan kami setelah melakukan sosialisasi ini adalah agar warga desa ini dapat memanfaatkan semua ilmu yang telah kami coba berikan sebaik mungkin demi kemajuan dan kelangsungan perkembangan desa ini.
salam dari kami, kelompok 58 Desa Seubun Ayon :)

Mutiara dari Seubun Ayon

on Friday, January 24, 2014
Ini merupakan pengalaman pribadi saya sebagai anggota kelompok 58. Saya adalah seorang mahasiswa FKIP pendidikan Bahasa Inggris. Ada sesuatu yang amat menarik perhatian saya, di dalam grombolan anak-anak yang saya ajar ketika menjalankan program utama saya siang hari itu, ada seorang gadis kecil yang malu-malu dengan tubuh mungilnya dengan susah payah menyelinap kedepan dan berusaha mengacungkan tangannya untuk menjawab berbagai pertanyaan saya dalam Bahasa Inggris. Dia terlihat antusias sekali, matanya berbinar ketika saya menceritakan berbagai kisah-kisah para nabi, dongeng-dongeng luar negeri, ataupun kisah-kisah islami.

 Foto: Namanya Nadia, umurnya sekitar 8 tahun.

Waktu itu saya belum menyadari kehadirannya, dia terlihat samar dalam dominasi murid-murid lainnya, pemalu, dan semua teman-temannya mengejeknya karna kulitnya yang gelap. Well, akhirnya saya menyuruh dia untuk berdiri disamping saya menemani saya mengajar. Dia senang sekali, dan mengikuti pelajaran dengan baik. Yah, tanpa pernah saya duga, Subhanallah, anak ini cerdas sekali.

'Nadia!' dia berkata dengan semangat ketika saya menanyakan namanya. Dia mampu mengikuti pelajaran yang saya berikan walaupun notabenenya itu jauh diatas levelnya dan juga kelas sekolahnya. Saya mengajarkan dia berbincang dalam Bahasa Inggris, mengajaknya duduk bercakap-cakap berhadapan. Cukup sekali diajarkan, dia langsung mampu meniru yang saya ajarkan dengan baik sekali.

Foto: Perhatikan anak perempuan di sebelah kiri bawah gambar, dia, si Nadia satu-satunya anak yang terus menyimak ucapan saya dengan baik.

Sebagai guru, atau setidaknya calon guru, menemukan anak seperti ini adalah sebuah kebahagiaan bagi saya. Pada mulanya, saya hanya berpikir dia hanya fokus pada pembelajaran Bahasa Inggris yang saya berikan saja. Namun, ketika saya mencobanya dengan pelajaran Matematika SMP yang saya jelaskan terlebih dahulu, Nadia mampu munjawab berbagai soal lainnya. Saya semakin terkagum.

 Foto: Nadia bersama teman maju kedepan mempraktekkan gerakan yang saya instruksikan, katanya dia mau menjadi guru Bahasa Inggris juga supaya dia bisa seperti saya. Menyenangkan mendengarnya.

Foto: Nadia, mengikuti pembelajaran yang diberikan rekan KKN saya.

Lama kelamaan, rasa minder dan malunya hilang, semakin banyak dia belajar semakin percaya diri dia di depan kelas. Dia bernyanyi, berceloteh, bercanda dan bertanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Saya senang sekali pada perkembagan semacam ini. Saya mencoba menjawab apapun yang dia ingin tahu sebaik yang saya bisa.

Sampai hari ini, dia masih antusias mengikuti berbagai bimbingan belajar yang kelompok kami berikan kepada anak-anak Desa Seubun Ayon ini. Di mata saya, anak ini, Nadia tidak berkurang sedikitpun sinarnya. Dia adalah mutiara yang saya temukan di tumpukan batu di desa ini. Selalu ada keceriaan yang dia bawa untuk teman-temannya beserta guru-guru para pendidik di desa ini, yang membuat saya selalu bersyukur telah ditempatkan di desa yang sangat indah ini, dengan anak-anak yang hebat pula. Semoga Nadia ini, tercapai cita-citanya, dan terus berkembang walaupun kelak kami sudah meninggalkan desa ini.

Mungkin, sedikit sebagai sentuhan terakhir, saya akan memberikan foto dari seluruh murid anak-anak saya di desa ini. Mereka adalah anak-anak hebat yang kelak akan menjadi masa depan yang cerah bagi bangsa ini.


Wassalam,
Muharri Aqly

Pelatihan Bola Voli

Pelatihan bola voli merupakan salahsatu program dari rekan kami yang merupakan mahasiswa PENJASKESREK. Target utama pelatihan ini adalah anak-anak dan juga para remaja gampong. Mereka semua antusias mengikuti pelatihan ini dengan baik dan bersemangat. Mereka menjalankan instruksi dari teman kami dengan baik dan benar. 
















Sederetan foto diatas adalah foto kegiatan dari anak-anakdan pemuda seubun ayon. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan juga dapat berguna dengan baik.

Pendidikan Kaligrafi Untuk Anak

on Wednesday, January 22, 2014
Kami mencoba sesuatu yang baru dengan memberikan pendidikan berupa karya seni kaligrafi dengan sentuhan yang sama sekali berbeda dengan yang lainnya. Kami mengkreasikan kaligrafi dengan menggunakan pasir laut dan juga tinta.

Program ini dijalankan oleh rekan kami Nurul Fitri dan ditujukan untuk anak-anak. Sejauh yang bisa kami nilai, anak-anak di desa ini sangat menyukai aktivitas semacam prakarya tangan. Apalagi kalau karya tersebut merupakan hal yang baru. Sunggu ini menyedot perhatian anak-anak untuk melakukannya dengan gembira.

 
Foto: Nurul Fitri memberikan instruksi kepada anak-anak desa untuk melakukan langkah-langkah pembuata karya seni ini.

Anak-anak mengikuti instruksi yang diberikan oleh Nurul dengan baik. Mereka melakukannya dengan baik dan sesekali diberikan bimbingan oleh anggota kami yang mendukung program ini. Agar semua berjalan lancar dan juga hasilnya maksimal.
 Foto: Membantu anak-anak menggambar dengan baik dan benar.


Kami juga mengadakan lomba untuk memberikan hadiah kepada anak yang karyanya paling baik. Mereka tambah semangat untuk membuat prakarya ini. Semua mengerjakannya dengan tekun, berusaha untuk menang. Para anggota kami juga malah kebanyakan sibuk juga untuk mengikuti lomba ini dengan di tertawakan oleh anak-anak.

Foto: Anak-anak bersama karya yang mereka buat dengan susah payah.
 
 Foto: Nurul Fitri bersama anak-anak desa.

 Foto: Bersama pemenang prakarya hari ini. Tiga anak yang berdiri ditengah.


Foto: Bersama Rizal dan ketua kami, Putra, yang memamerkan prakarya yang susah payah dibuatnya. Mereka berdua terlihat bahagia.

Kami melakukan program ini sampai sore hari. Semoga apa yang kami ajarkan hari ini bermanfaat untuk anak-anak ini dan mereka mampu mandiri untuk melakukan pekerjaan rumah berupa karya seni semacam ini. Semua puas dengan pencapaian program hari ini, dan berbahagia hatinya.

wassalam.